
Rupiah memulai pekan ini dengan tekanan ringan. Pada Senin (30/3) pagi, nilai tukar berada di level Rp16.982 per Dolar AS, melemah tipis sekitar 2 poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Meski pergerakannya kecil, posisi ini semakin mendekati level psikologis penting di Rp17.000.
Mayoritas Mata Uang Asia Masih Tertekan
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang masih cenderung negatif.
- Yen Jepang justru menguat sekitar 0,21 persen
- Baht Thailand melemah 0,11 persen
- Yuan China turun 0,13 persen
- Peso Filipina melemah 0,36 persen
- Won Korea Selatan turun 0,20 persen
Sementara itu:
- Dolar Singapura melemah 0,07 persen
- Dolar Hong Kong turun tipis 0,01 persen
Mata Uang Global Menguat
Berbanding terbalik dengan Asia, mata uang negara maju justru menguat terhadap Dolar AS:
- Euro naik sekitar 0,07 persen
- Poundsterling menguat 0,04 persen
- Franc Swiss naik 0,04 persen
- Dolar Australia menguat cukup kuat di 0,31 persen
- Dolar Kanada naik 0,10 persen
Tekanan Datang dari Dolar dan Harga Minyak
Menurut analis Lukman Leong, pelemahan rupiah dipicu oleh kombinasi sentimen global yang memburuk dan kenaikan harga minyak. Di sisi lain, Indeks Dolar AS juga terus menguat. Pasar bahkan mulai melihat kemungkinan bahwa The Fed akan tetap menaikkan suku bunga tahun ini, alih-alih memangkasnya. Kondisi ini membuat Dolar AS semakin menarik bagi investor global, sehingga memberi tekanan tambahan ke rupiah.
Potensi Intervensi BI
Dengan posisi rupiah yang sudah sangat dekat ke Rp17.000, pasar mulai berspekulasi adanya langkah dari Bank Indonesia. Intervensi dari bank sentral biasanya dilakukan untuk menahan pelemahan agar tidak terlalu cepat atau terlalu dalam.
Proyeksi Hari Ini
Untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran: Rp16.950 - Rp17.050 per Dolar AS. Artinya, level Rp17.000 bisa saja diuji dalam waktu dekat.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

-THE END-