
GBP/USD tetap lesu untuk tiga hari berturut-turut, bergerak di wilayah negatif di sekitar 1,3190 selama perdagangan sesi Asia pada hari Senin. Pasangan mata uang ini kesulitan karena permintaan safe-haven Dolar AS (USD) meningkat di tengah ketidakpastian yang meningkat di Timur Tengah. Presiden AS, Donald Trump, menetapkan batas waktu baru bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz pada hari Selasa, sambil meningkatkan ancaman yang menargetkan pembangkit listrik dan infrastruktur sipil lainnya. Para pejabat Iran menanggapi bahwa Teheran akan membalas serangan apa pun terhadap infrastrukturnya dengan serangan serupa terhadap aset-aset yang dimiliki atau terkait dengan Amerika Serikat (AS). Otoritas di Teheran juga menyatakan bahwa selat tersebut akan tetap ditutup sampai kompensasi atas kerusakan terkait perang diamankan.
Greenback mendapatkan dukungan tambahan karena konflik tersebut memicu lonjakan tajam harga energi, meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) mungkin menunda pemangkasan suku bunga dan bahkan dapat menaikkan biaya pinjaman akhir tahun ini jika tekanan inflasi berlanjut. Para pelaku pasar kini menantikan Risalah Pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) terbaru untuk mencari panduan yang lebih jelas mengenai arah kebijakan bank sentral.
Selain itu, data yang dirilis selama libur pada hari Jumat menunjukkan bahwa ekonomi AS menambah 178.000 lapangan pekerjaan baru pada Maret 2026, setelah revisi bulan sebelumnya menjadi turun 133.000 (sebelumnya dilaporkan -92.000), dan melampaui ekspektasi pasar yaitu kenaikan 60.000. Pada saat yang sama, Tingkat Pengangguran turun tipis menjadi 4,3% pada Maret dari 4,4% pada Februari, lebih baik dari prakiraan. Pound Sterling (GBP) tetap berada di bawah tekanan karena konflik telah memperkuat kekhawatiran akan potensi guncangan energi bagi ekonomi Inggris Raya (UK). Inggris sangat rentan karena ketergantungannya pada impor energi, sementara para investor terus mengekspresikan kehati-hatian terhadap keuangan publik negara yang rapuh.
Sumber : fxstreet.com
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。
