Bitcoin Jatuh di Bawah US$60.000, Tekanan Jual Kripto Semakin Besar

avatar
· 閱讀量 2,327

Bitcoin Jatuh di Bawah US$60.000, Tekanan Jual Kripto Semakin Besar

Pasar kripto kembali mengalami tekanan kuat setelah harga Bitcoin turun di bawah level psikologis US$60.000. Pelemahan ini terjadi di tengah aksi jual yang meluas pada aset-aset berisiko dan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap kondisi pasar global.

Pada perdagangan Rabu (24/6), harga Bitcoin tercatat berada di sekitar US$59.374 atau turun sekitar 5 persen dalam sehari. Penurunan serupa juga dialami Ethereum yang diperdagangkan di kisaran US$1.570 setelah kehilangan sekitar 5 persen nilainya.

Data CoinMarketCap menunjukkan total kapitalisasi pasar kripto global menyusut sekitar 4 persen dalam 24 jam terakhir menjadi US$2,06 triliun.

Bitcoin sendiri masih menjadi aset kripto terbesar di dunia dengan nilai kapitalisasi pasar sekitar US$1,19 triliun. Namun, angka tersebut juga mengalami penurunan sekitar 5 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Di sisi lain, volume perdagangan harian Bitcoin justru melonjak 17,4 persen menjadi US$35,5 miliar. Kenaikan volume ini mengindikasikan meningkatnya aktivitas jual beli di pasar sekaligus menunjukkan volatilitas yang semakin tinggi dalam jangka pendek.

Tekanan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir membuat performa Bitcoin semakin terpuruk. Hingga 24 Juni 2026, aset digital tersebut telah mencatatkan penurunan bulanan sebesar 22,4 persen.

Bahkan, secara keseluruhan harga Bitcoin sudah terkoreksi sekitar 32 persen dari level sebelumnya, sehingga seluruh keuntungan yang sempat diperoleh sepanjang tahun ini kembali terhapus.

Ethereum sebagai aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar juga mengalami tekanan serupa. Nilainya turun sekitar 5,4 persen menjadi US$1.567, sementara sebagian besar altcoin utama ikut bergerak melemah akibat aksi jual yang meluas di pasar aset digital.

Pelemahan pasar kripto kali ini dipengaruhi oleh meningkatnya kecenderungan investor untuk mengurangi kepemilikan aset spekulatif dan berisiko tinggi.

Tekanan tambahan datang dari melemahnya sentimen terhadap saham-saham sektor teknologi dan kecerdasan buatan yang sebelumnya menjadi motor utama pergerakan aset berisiko.

Selain itu, ketidakpastian mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) juga masih membebani pasar. Investor cenderung menunggu kejelasan mengenai langkah bank sentral AS sebelum kembali meningkatkan eksposur pada aset yang sensitif terhadap likuiditas seperti kripto.

Menariknya, meskipun kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran berhasil meredakan sebagian kekhawatiran terkait pasokan energi dan inflasi global, pasar kripto tidak mampu memanfaatkan sentimen positif tersebut.

Sebaliknya, banyak investor memilih mengamankan dana mereka dalam bentuk uang tunai atau instrumen investasi yang dianggap lebih stabil di tengah ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global.

Kondisi ini menunjukkan bahwa faktor likuiditas dan kehati-hatian investor saat ini masih lebih dominan dibandingkan sentimen geopolitik, sehingga menekan pergerakan Bitcoin dan aset kripto lainnya dalam jangka pendek.

風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

喜歡的話,讚賞支持一下
回覆 0
暫無留言。 來發表第一則觀點吧。

  • tradingContest