
GBP/USD tetap mengalami pelemahan setelah tiga hari kenaikan, diperdagangkan di sekitar 1,3470 selama sesi perdagangan Asia pada hari Senin. Pasangan mata uang ini mungkin dapat kembali menguat karena Dolar AS (USD) kesulitan di tengah meredanya penghindaran risiko, didorong oleh harapan terjadinya terobosan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran setelah laporan bahwa Presiden AS Donald Trump menunda serangan yang direncanakan.
Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Presiden AS Trump menyatakan bahwa Iran dan negara-negara Timur Tengah lainnya meminta tambahan waktu untuk menyelesaikan sebuah kesepakatan, usulan perjanjian yang akan menyebabkan pembukaan kembali Selat Hormuz yang vital secara "segera, sepenuhnya, dan total" sambil secara efektif menghilangkan ancaman nuklir Iran.
Namun, ketidakpastian pasar yang tinggi masih berlanjut karena pejabat Iran dengan cepat membantah klaim tersebut. Menurut kantor berita Mehr Iran, pejabat Iran menyebut pernyataan Trump bahwa Teheran meminta penundaan sebagai "tak lebih dari kebohongan baru," menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran tetap siaga tinggi dan sepenuhnya siap menghadapi segala kemungkinan. Bank of England (BoE) memilih untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah pekan lalu, meskipun tetap membuka peluang untuk kenaikan suku bunga karena ketidakpastian yang masih berlangsung seputar konflik AS-Iran. Meski ada jeda, pasar uang terus memperhitungkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir tahun, menurut data Prime Terminal.
Sumber : fxstreet.com
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。
