
Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat saat ini memilih pendekatan yang lebih menahan diri ("low-keying it") terhadap Iran, dengan membiarkan tekanan ekonomi terus melemahkan negara tersebut dibanding langsung melakukan serangan militer baru.
Trump menyatakan bahwa:
-
Iran sedang mengalami kondisi ekonomi yang sangat buruk, dengan inflasi tinggi dan kekurangan dana.
-
Menurutnya, Iran bahkan kesulitan membayar pasukan militernya.
-
Blokade laut AS disebut semakin memperburuk tekanan ekonomi terhadap Iran.
-
Trump juga menilai harga minyak yang masih berada di kisaran US$75 per barel membantu mengurangi tekanan terhadap konsumen Amerika.
-
Ia menggambarkan situasi ini sebagai "permainan catur", di mana AS memilih bersabar sambil mengamati perkembangan.
Tuntutan Iran
Iran menyatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz hanya dapat terjadi jika beberapa syarat dipenuhi, antara lain:
-
AS memberikan kompensasi atas kerugian yang ditimbulkan.
-
Seluruh sanksi terhadap Iran dicabut.
-
Blokade pelabuhan Iran dihentikan.
-
Aset Iran yang dibekukan dikembalikan.
-
Pasukan AS ditarik dari sekitar wilayah Iran.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa kesepakatan sementara dengan Oman mengenai jalur pelayaran hampir tercapai, namun hal itu belum tentu membuat pelayaran komersial kembali normal sepenuhnya.
Dampak terhadap Pasar Minyak
-
Selat Hormuz merupakan jalur distribusi sekitar 20% pasokan minyak dunia.
-
Hingga kini, risiko gangguan pasokan masih tinggi akibat konflik yang berlanjut.
-
Brent Crude diperdagangkan di atas US$83 per barel, didukung kekhawatiran pasar terhadap pasokan dari Timur Tengah.
-
Serangan terhadap kapal tanker dan fasilitas minyak masih terus terjadi, termasuk:
-
Kapal milik ADNOC menjadi sasaran rudal.
-
Kilang Jazan milik Saudi Aramco kembali diserang drone yang diklaim oleh kelompok Houthi.
-
Implikasi terhadap Pasar Keuangan
🟡 Gold (XAU/USD)
-
Pendekatan AS yang tidak langsung meningkatkan eskalasi militer dapat sedikit mengurangi permintaan aset safe haven.
-
Namun, ketidakpastian geopolitik masih tinggi sehingga emas tetap berpotensi mendapat dukungan jika negosiasi kembali menemui jalan buntu.
🛢️ Oil (Brent & WTI)
-
Selama Selat Hormuz belum kembali beroperasi normal dan ancaman terhadap infrastruktur energi masih berlangsung, harga minyak cenderung tetap didukung.
-
Sebaliknya, jika kesepakatan tercapai dan arus ekspor minyak kembali normal, tekanan turun pada harga minyak dapat meningkat.
💱 Forex
-
Mata uang yang sensitif terhadap harga minyak seperti CAD dan NOK berpotensi menguat apabila harga minyak tetap tinggi.
-
Sebaliknya, jika ketegangan mereda dan harga minyak turun, penguatan kedua mata uang tersebut dapat terbatas.
Kesimpulan
Trump mengisyaratkan bahwa AS untuk sementara memilih strategi tekanan ekonomi dibanding konfrontasi militer langsung terhadap Iran. Meski demikian, negosiasi mengenai Selat Hormuz masih penuh tantangan karena Iran mengajukan berbagai syarat yang berat. Selama belum ada kesepakatan final, risiko geopolitik di Timur Tengah tetap tinggi dan berpotensi menjaga volatilitas pada emas, minyak, dan pasar forex.
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。
