Harga Emas Sentuh Level Tertinggi 2 Bulan, Lalu Terkoreksi Usai Data PPI AS Lebih Lemah

avatar
· 閱讀量 710
Harga Emas Sentuh Level Tertinggi 2 Bulan, Lalu Terkoreksi Usai Data PPI AS Lebih Lemah

Harga emas (XAU/USD) sempat mencetak level tertinggi dalam dua bulan terakhir setelah rilis data inflasi produsen Amerika Serikat (PPI) yang lebih rendah dari ekspektasi. Namun, setelah reli tersebut, harga mengalami aksi ambil untung sehingga terkoreksi sekitar 1,3% pada perdagangan Kamis.

Pelemahan inflasi produsen memperkuat keyakinan pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga. Kondisi suku bunga yang lebih rendah umumnya menjadi sentimen positif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

Data Inflasi AS Mulai Melandai

Berdasarkan data dari Bureau of Labor Statistics (BLS):

  • Headline PPI Juli

    • Bulanan (MoM): 0,0% (lebih rendah dari perkiraan)
    • Tahunan (YoY): 4,7% (turun dari 5,5% pada Juni)
  • Core PPI Juli

    • Bulanan (MoM): 0,2%
    • Tahunan (YoY): 4,2%

Data tersebut menyusul laporan Consumer Price Index (CPI) sehari sebelumnya yang juga menunjukkan inflasi mulai melambat. Perlambatan pada CPI dan PPI meningkatkan ekspektasi bahwa tekanan inflasi mulai mereda.

Ekspektasi The Fed Berubah

Setelah data PPI dirilis, pelaku pasar langsung menyesuaikan proyeksi kebijakan moneter.

Berdasarkan CME FedWatch Tool:

  • Peluang kenaikan suku bunga pada September turun menjadi sekitar 34%.
  • Peluang The Fed mempertahankan suku bunga meningkat menjadi hampir 66%.

Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah biasanya menjadi katalis positif bagi harga emas karena menurunkan biaya peluang untuk memegang aset tanpa bunga.

Fokus Pasar Masih Tertuju pada Timur Tengah

Meski data inflasi memberikan dukungan bagi emas, ketidakpastian geopolitik tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar.

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran terkait Selat Hormuz masih menjadi perhatian. Iran kembali menegaskan bahwa jalur pelayaran strategis tersebut berada di bawah kendalinya, sementara Amerika Serikat menyatakan jalur tersebut tetap terbuka bagi kapal komersial.

Ketegangan ini terus memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global, meskipun harga minyak sempat terkoreksi setelah reli selama enam hari berturut-turut.

Kesimpulan

Perlambatan data inflasi AS memperkuat harapan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga hingga akhir tahun, yang menjadi sentimen positif bagi emas dalam jangka menengah. Namun, setelah mencapai level tertinggi dua bulan, aksi ambil untung menyebabkan harga terkoreksi sementara.

Ke depan, arah pergerakan emas akan sangat dipengaruhi oleh kombinasi data ekonomi AS, ekspektasi kebijakan The Fed, serta perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait Selat Hormuz.

 
 

風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

喜歡的話,讚賞支持一下
回覆 0
暫無留言。 來發表第一則觀點吧。

  • tradingContest