Lanjutkan Tren Menurun, Harga Minyak Dunia Turun USD4 Per Barel

avatar
· 閱讀量 297
Lanjutkan Tren Menurun, Harga Minyak Dunia Turun USD4 Per Barel
Lanjutkan Tren Menurun, Harga Minyak Dunia Turun USD4 Per Barel. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Harga minyak dunia kembali melanjutkan tren penurunan pada pekan lalu. Hari ini, Senin (14/3/2022), komoditas ini turun sebesar USD4 per barel setelah pejabat AS mengatakan Rusia menunjukkan tanda-tanda akan bersedia melakukan negosiasi substantif atas Ukraina.

Dilansir dari Reuters, tercatat minyak acuan Brent terakhir turun di angka USD4,12 atau 3,6 persen pada USD108,55 per barel. Kemudian minyak mentah acuan AS, West Texas Intermediate (WTI), turun senilai USD3,93 atau 3,7 persen menjadi USD105,40 per barel.

BACA JUGA:
Tak Bergantung ke Rusia, Kenaikan Harga Minyak Tidak Pengaruhi AS

Hingga saat ini, kedua kontrak melonjak sejak invasi Rusia ke Ukraina dan naik sekitar 40 persen untuk tahun ini.

Sepekan lalu, Brent mengalami koreksi 4,8 persen dan minyak WTI turun 3,5 persen, sekaligus menjadi penurunan mingguan tertajam sejak November. Ini terjadi setelah kedua kontrak mencapai level tertinggi sejak tahun 2008.

BACA JUGA:
Ibu-ibu Menjerit, Harga Minyak Goreng di Kendari Tembus Rp120 Ribu

“Rusia menunjukkan tanda-tanda kemungkinan bersedia untuk melakukan negosiasi substantif atas Ukraina, dan ketika Moskow berniat untuk menghancurkan tetangganya. Invasi Rusia yang disebut Moskow adalah sebagai operasi khusus, yang telah mengguncang pasar energi secara global,” ujar Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman.

AS mengumumkan larangan impor minyak Rusia dan Inggris mengatakan akan menghapusnya secara bertahap pada akhir tahun, dan tekanan penurunan harga didorong oleh duta besar Uni Emirat Arab yang mendukung peningkatan produksi dan akan mendorong OPEC untuk mempertimbangkan pengeluaran lebih tinggi.

BACA JUGA:
Jokowi Segera Ambil Tindakan Atasi Kelangkaan Minyak Goreng

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC+) Rusia dan sekutunya, telah berjuang untuk memenuhi kuota produksi yang ada karena rendahnya investasi dan kurangnya kapasitas cadangan untuk meningkatkan produksi.

“Larangan AS atas impor minyak mentah Rusia, membuat harga awal rally tajam. Namun, tanpa Eropa bergabung dengan langkah tersebut, maka risiko pengetatan lebih lanjut di pasar minyak diabaikan,” ujar analis ANZ Research. (TYO/SALSA)

風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

喜歡的話,讚賞支持一下
回覆 0

暫無評論,立馬搶沙發

  • tradingContest