Harga minyak mentah dunia merosot lebih dari 5 persen pada penutupan perdagangan Selasa, pelemahan terus berlanjut hingga Rabu (20/April) pagi. Pada saat berita ini ditulis, minyak Brent berada pada kisaran $107.19 per barrel atau melemah 0.28 persen dari harga open harian. Sementara itu, minyak WTI (West Texas Intermediate) diperdagangkan pada kisaran $101.97 per barrel atau melemah 0.33 persen secara harian.
Pelemahan harga komoditas emas hitam ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap prospek permintaan setelah Dana Moneter Internasional (IMF) pada hari Selasa kemarin memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global hampir satu persen dan menyoroti inflasi tinggi akan menjadi bahaya yang jelas bagi banyak negara.
“Perkiraan pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah oleh IMF dan ditambah dengan penurunan cadangan minyak strategis sebanyak 4.7 juta barrel pada hari Senin telah memantik beberapa kegelisahan”, kata Phil Flynn, analis Price Futures Group.
Harga minyak tetap turun meskipun adanya laporan mengenai penurunan output OPEC+ sebesar 1.45 juta barrel per hari (bph) dari level normal yang disebabkan oleh produksi minyak Rusia terus menurun akibat terkena sanksi. Lebih jauh, OPEC+ berencana akan meningkatkan output sebanyak 432 ribu bph pada bulan Mei mendatang, mengesampingkan desakan negara konsumen yang mengingkan output yang lebih besar.
Harga minyak juga semakin terbebani oleh posisi dolar AS yang bertengger di level tertinggi 2 tahun terhadap mata uang utama. Penguatan dolar AS berarti membuat harga komoditas yang dihargai dalam dolar akan menjadi semakin mahal bagi pemegang mata uang non-dolar. Kondisi ini tak ayal turut menekan permintaan terhadap minyak.
Penguatan dolar AS dalam beberapa pekan terakhir sebenarnya dipicu oleh semakin meningkatnya prospek kenaikan suku bunga The Fed. Pasar melihat kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada bulan Mei mendatang. Kenaikan suku bunga The Fed diperkirakan akan semakin agresif karena data inflasi negeri Paman Sam baru baru ini sudah semakin mengkhawatirkan.
Katalis lain yang turut menekan harga minyak datang dari kabar bahwa perekonomian China sedang dibayangi perlambatan tahun ini. Hal ini sedikit banyak menekan pergerakan harga minyak karena posisi China yang merupakan salah satu konsumen energi terbesar dunia tentu saja akan mempengaruhi prospek permintaan minyak secara global.
作者:Pandawa,文章來源SeputarForex,版權歸原作者所有,如有侵權請聯繫本人刪除。
風險提示:本文所述僅代表作者個人觀點,不代表 Followme 的官方立場。Followme 不對內容的準確性、完整性或可靠性作出任何保證,對於基於該內容所採取的任何行為,不承擔任何責任,除非另有書面明確說明。

暫無評論,立馬搶沙發